Img 20250312 Wa0059
Img 20250312 Wa0059
Img 20250312 Wa0060
Img 20250312 Wa0060
Img 20250227 Wa0088
Img 20250227 Wa0088
Img 20250228 wa0013
Img 20250228 wa0013
IMG-20250312-WA0059
IMG-20250312-WA0060
IMG-20250227-WA0088
IMG-20250228-WA0013
previous arrow
next arrow

Sampai Pertengahan 2023, 41 Hektare Lahan di Bangka Barat Terbakar

Img 20230609 wa0065
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Bangka Barat Sidarta Gautama. Foto: SK.

HaluaNusantara.com

BANGKA BARAT — Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di Kabupaten Bangka Barat tahun 2023, terhitung sejak Januari hingga Juni ( 5 bulan ) telah mencapai angka 41 hektare.

Pemicunya menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol PP ) dan Pemadam Kebakaran Bangka Barat Sidarta Gautama, pembukaan lahan dengan cara dibakar yang sudah membudaya di kalangan masyarakat serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di semak – semak yang mudah terbakar.

“Faktor kecelakaan karena orang buang puntung rokok sembarangan ada, tetapi persentasenya kecil. Yang paling dominan itu budaya membuka lahan dengan cara membakarnya. Jumlah 41 hektare itu tercatat periode Januari sampai Juni lahan kita terbakar,” terang Sidarta Gautama, Jumat (9/6 ).

Angka tersebut tak ayal berkontribusi menjadikan Bangka Barat sebagai kabupaten dengan kebakaran lahan tertinggi di Provinsi Bangka Belitung. Untuk meredam Karhutla, Sidarta meminta masyarakat jika ingin membuka lahan dengan cara dibakar, sebaiknya dilakukan bertahap.

“Misalnya lahan 5 hektare, sebaiknya dibakar bertahap 2 hektare dulu dan harus dipantau serta melaporkan ke pihak desa, berapa luas yang akan dibakar. Kalau terpaksa dilakukan seharusnya harus memperhatikan beberapa hal, seperti membuat parit di sekeliling lokasi yang dibakar,” kata dia.

Terkadang kata Sidarta masyarakat mau mudahnya saja, setelah membakar mereka pergi begitu saja tanpa memperhitungkan bara api yang masih menyala bisa menyebabkan kebakaran karena tiupan angin. Hal itu dapat memicu Karhutla yang meluas dan tidak terkontrol.

Apalagi dalam dua bulan ke depan diperkirakan akan terjadi fenomena El Nino yang identik dengan musim kemarau, di mana Karhutla akan sangat mudah terjadi. Untuk itu pihaknya harus menyusun langkah – langkah antisipasi.

“Karena kita dengan keterbatasan sarana prasarana, maka kita akan berkoordinasi dengan PT. Timah yang punya divisi Damkar. Kita juga akan melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan untuk mengaktifkan relawan di desa, agar dapat mengawal setiap pembukaan lahan oleh warga,” pungkas dia. ( SK )

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: