Img 20250312 Wa0059
Img 20250312 Wa0059
Img 20250312 Wa0060
Img 20250312 Wa0060
Img 20250227 Wa0088
Img 20250227 Wa0088
Img 20250228 wa0013
Img 20250228 wa0013
IMG-20250312-WA0059
IMG-20250312-WA0060
IMG-20250227-WA0088
IMG-20250228-WA0013
previous arrow
next arrow

PJ Gubernur Babel Dorong Masyarakat Lebih Bersemangat Tanam Cabai Merah

Img 20230205 005634

Haluanusantara.com

PUDING BESAR – Cabai menjadi salah satu komoditi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera, sekaligus penyebab tingginya inflasi di Indonesia pada tahun 2022 lalu. Untuk menurunkan inflasi itu, diharapkan agar masyarakat dapat aktif dan terus menanam cabai.

Hal demikian dikatakan Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin, saat menghadiri serta ikut melakukan panen cabai merah di kebun milik Kelompok Tani Serdadu di Desa Puding Besar, Kabupaten Bangka, Jumat (3/2/23).

“Bapak, Ibu para kelompok tani jangan pikir soal harga, soal harga nanti ditangani pemerintah. Saya mohon dengan sangat Bapak dan Ibu tanam saja. Nanti soal menjaga kestabilan harga, soal pengiriman ke pasar dan lain-lain, itu biar ditangani oleh pemerintah,” kata Ridwan.

Ia mendorong masyarakat untuk lebih bersemangat dalam bertani. Hanya saja, dalam prosesnya memerlukan sentuhan teknis yang perlu menjadi perhatian seperti harus dipupuk, dan dirawat dengan baik. Selain itu, bukan tidak mungkin kondisi ini akan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat yang memiliki keahlian di bidang pertanian, seraya juga berharap pihak perbankan dapat mendukung upaya pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian ini.

“Karena memang salah satu hal penting yang kita lakukan sekarang adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita. Kalau kita berhasil membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian, maka kita akan melakukan transformasi ekonomi bagi masyarakat Bangka Belitung ini. Jadi, sekali lagi saya sangat mendorong bapak-bapak ibu-ibu juga yaitu silakan bertani,” ujarnya.

Selain itu, disela bertani Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin juga mendorong masyarakat untuk beternak ayam. Dikatakannya, telur ayam merupakan komoditi lain yang juga menjadi penyebab inflasi di Babel pada 2022 lalu. Ketika inflasi tinggi, setiap hari Negeri Serumpun Sebalai membeli telur dari luar sebanyak 600.000 butir.

“Saya berharap anak-anak muda yang tinggal di Puding Besar lebih proaktif, lebih berani melakukan kegiatan-kegiatan inovatif. Saya berpikir dengan panen cabai satu hektar hasil panen kurang lebih 300 kilogram, pasti kebutuhan lebih lah dari kebutuhan masyarakat di sini. Apakah nanti mau dijadikan industri hilir sekalian mulai juga kita pikirkan, apakah cabainya nanti sebagian bisa dikeringkan, dijemur, digiling, ditumbuk, sehingga menjadi produk yang bisa dikemas dalam kemasan,” katanya.

Dalam kegiatan itu Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Babel, yakni 4 unit pompa air ukuran 4 inchi, dan 2 unit tangki sprayer elektronik kepada Kelompok Tani Serdadu Desa Puding Besar. Pemprov dan pemerintah kabupaten dikatakannya secara bersama-sama mengatur agar hadiah yang diberikan oleh Pemerintah Pusat itu sampai kepada pihak-pihak yang berkontribusi.

“Jadi sekali lagi saya mengajak Bapak/Ibu, mari berusaha dari sisi masyarakat, dan kami tentunya pemerintah akan memberikan dukungan-dukungan semaksimal mungkin yang dapat kami lakukan,” katanya. (**)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: